Sitanang di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dikenal sebagai nagari dengan panorama alam perawan yang memukau. Keindahan Sitanang selama ini belum banyak terekspos, sehingga kawasan ini menyimpan pesona alam yang masih asli dan layak dijadikan destinasi baru bagi pecinta wisata alam.
Sitanang Muaro Lakin juga merupakan nagari adat yang memiliki Balai Adat Balai Malintang, sebuah pusat kegiatan adat yang menjadi identitas kuat masyarakat setempat. Karakter masyarakat Sitanang terkenal ramah sehingga pengunjung dapat merasakan suasana hangat ketika memasuki nagari ini.
Wilayah Sitanang dikelilingi deretan bukit yang merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan. Letak geografis ini menjadikan Sitanang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau. Keberadaan bukit-bukit batu atau ngalau menjadi daya tarik utama. Hampir setiap bukit memiliki goa alami yang menambah kesan mistis sekaligus eksotis bagi penjelajah alam.
Nagari ini terdiri dari beberapa jorong, yaitu Balai Malintang, Batu Kabau, Coran, Kampai, Sungai Ipuh, dan Tanah Mungguak. Setiap jorong menawarkan karakter alam yang berbeda namun tetap mempertahankan keasrian khas Sitanang.
Sitanang juga memiliki sejumlah lokasi menarik seperti Ngalau Sitanang, Lokuak Tonang, dan Ompang Antu. Tempat-tempat ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana alam alami, jauh dari keramaian, dengan pemandangan yang masih murni.
Dengan kekayaan alam, adat, dan keramahan masyarakatnya, Sitanang Muaro Lakin berpotensi kuat menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lima Puluh Kota.





